Jember Tourism Map
Minggu, 29 Juli 2012
Jumat, 27 Juli 2012
Metode Mind Mapping
Metode ini sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal
siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
·
Guru menyampaikan kompetensi yang
ingin dicapai
·
Guru mengemukakan konsep/permasalahan
yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai
alternatif jawaban
·
Membentuk kelompok yang anggotanya
2-3 orang
·
Tiap kelompok
menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
·
Tiap kelompok (atau diacak
kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan
mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
·
Dari data-data di papan siswa
diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang
disediakan guru
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan
berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan
manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. Tetapi di samping
untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Di mana
bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat
berakibat fatal.
Hal ini sangat penting dan juga
memprihatinkan. Fenomena ini merupakan salah satu masalah dan kebobrokan bangsa
yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan
akhirnya akibat menumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha
merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya
dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.
1.2 Pembatasan
Masalah
Dalam karya tulis ini kami akan berusaha
membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari boraks dan formalin itu sendiri
serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan sebagai salah satu
bahanbakupembuatan pangan.
1.3 Perumusan
Masalah
Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu
untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya?
Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran
penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya?
Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat
dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin?
Apa akibat dari penggunaan boraks atau
formalin pada produk pangan?
Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan
formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas?
1.4 Tujuan
Penulisan
Mengetahui pengertian boraks dan formalin.
Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi
sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya.
Mengetahui dampak negatif dari penggunaan
boraks dan formalin pada produk pangan.
Mengetahui peranan pemerintah dalam
memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan.
1.5 Manfaat
Dapat mengetahui ciri-ciri makanan dengan
bahanbakuboraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya.
BAB II
LANDASAN TEORI
Boraks merupakan garam natrium yang banyak
digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas,
pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak
berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks
biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat
dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.
Asam borat sering digunakan dalam dunia
pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan
sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan
sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini
tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika
terserap masuk dalam tubuh. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.
a. Tanda
dan gejala akut :
Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi
SSP(Susunan Syaraf Pusat)
b. Tanda
dan gejala kronis
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh
- Anemia, rambut rontok dan kanker.
Sedangkan formalin merupakan cairan tidak
berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet
yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang
sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Beberapa pengaruh
formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.
Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar
pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan
dapat menyebabkan kanker paru-paru.
Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan
pada kulit, gatal, dan kulit terbakar
Jika terkena mata akan menyebabkan mata
memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan.
Jika tertelan akan menyebabkan mual,
muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan
jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan,
kejang, bahkan koma dan kematian.
Boraks dan formalin akan berguna dengan
positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya, tetapi kedua bahan itu
tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut
sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap
kesehatan.
Boraks merupakan garam natrium yang banyak
digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas,
pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak
berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol.
Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang
kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.
Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan
sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan
ini dan tidak memperhitungkan bahayanya. Pada umumnya, alasan para produsen
menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena
kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harga nya relatif
murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada
kesehatan. Selain itu, boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa
memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya
bakso dan kerupuk. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering
menggunakan boraks dan formalin adalah bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan
juga daging ayam.
Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan
yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi
dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam
kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks
yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan
yang mengandung formalin dan boraks. Berikut adalah beberapa cara
mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks.
-Bakso yang menggunakan boraks memiliki
kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak
daging.
- Kerupuk yang mengandung boraks kalau
digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.
- Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari
pada suhu kamar, insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang, dan memiliki
bau menyengat khas formalin.
- Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak
mudah hancur, awet hingga lebih dari 3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada
suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.
- Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari
pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau menyengat, kenyal, tidak lengket
dan agak mengkilap.
BAB III
METODE PENELITIAN
Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis
penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.
3.1 Jenis
Penelitian
Jenis penelitian yang kami gunakan adalah
penelitian korelatif. Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah
penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Sesuai dengan pengertian
tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan
yang lain. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan
landasan teori yang kami gunakan. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa
menjadi penelitian yang benar dan tepat.
3.2 Sumber
data
Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA
Kanisius, yang kira-kira kami ambil sampel adalah 40 siswa.
3.3 Teknik
Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang kami
gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Dengan angket kami dapat
menyimpulkan, melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan
membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada
pertanyaan yang sama. Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan.
3.4 Teknik
Analisis Data
Cara kami dalam menganalisis data yang kami
dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori
yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah
data, setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan
pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya,
sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu
dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir,
kami menuangkannya dalam karya tulis ini.
BAB IV
PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai apa itu
boraks dan formalin, dampak penggunaan boraks dan formalin pada makanan dan
jenis-jenis makanan yang mengandung boraks dan formalin yang kesemuanya itu
dilengkapi dengan hasil angket sebelumnya.
4.1
Pengetahuan akan Boraks dan Formalin
Menurut hasil angket kami, didapatkan bahwa
yang mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin adalah 29 orang dan
yang tidak mengetahui begitu pasti apa itu boraks dan formalin adalah 11 orang,
dari total 40 angket yang dibagikan.
Hal itu menunjukkan bahwa responden yang
mengetahui secara persis apa itu boraks dan formalin lebih banyak daripada yang
tidak mengetahui secara pasti. Jika dimasukkan dalam persen maka 72,5 %
responden menyatakan mengetahui boraks dan formalin, sedangkan 27,5 % lainnya
tidak begitu mengetahui tentang boraks dan formalin.
Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan
pengetahuan akan boraks dan formalin harus lebih sering disosialisasikan, agar
diharapkan kita semua mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin,
sehingga dapat menggunakannya secara benar, sesuai dengan fungsinya. Maka
diharapkan juga dengan pengetahuan akan boraks dan formalin tersebut, kasus
penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dikurangi bahkan
menghilang dari masyarakat.
4.2 Dampak
Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan
Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan
sebelumnya, didapat hasil bahwa jumlah responden yang mengerti akan dampak
angket hamper sama dengan responden yang tidak begitu tahu tentang dampak
boraks dan formalin pada makanan. Adapun jumlah responden yang tahu dampak
boraks dan formalin pada makanan adalah 18 orang dan yang tidak begitu tahu
sebanyak 20 orang sedangkan yang sama sekali tidak tahu ada 2 orang. Jika
dituangkan dalam presentasi adalah sebagai berikut :
Jawaban A : 45%
Jawaban B : 5%
Jawaban C :50%
Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan
bahwa sebagian besar responden masih rancu atau bingung tentang apa dampak
boraks dan formalin bagi tubuh tersebut.
Lalu apa sebenarnya dampak boraks dan formalin
dalam makanan bila dikonsumsi tubuh kita?
a. Formalin
Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan
pengawet untuk pangan. Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh
manusia akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya adalah tenggorokan terasa
panas dan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya,serta
gejala lainnya.
Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan :
- Jika terhirup
Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan ,
sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, kanker paru-paru.
- Jika terkena kulit
Kemerahan, gatal, kulit terbakar
- Jika terkena mata
Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata,
pandangan kabur, kebutaan
- Jika tertelan
Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala,
pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru,
hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.
b. Boraks
Efek toksiknya akan terasa bila boraks
dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. Pengaruh terhadap
kesehatan :
Tanda dan gejala akut :
Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan
depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)
Tanda dan gejala kronis
Nafsu makan menurun
Gangguan pencernaan
Gangguan SSP : bingung dan bodoh
Anemia, rambut rontok dan kanker.
Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan
yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi
dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam
kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang
dianggap membahayakan. Oleh karena ada baiknya kita hindari makanan yang
mengandung formalin dan boraks. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung
boraks dan formalin. Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan.
4.3 Makanan
yang Biasanya Mengandung Formalin atau Borak
Berdasarkan
hasil penelitian melalui angket yang telah kami sebarkan, jumlah responden yang
menganggap bahwa tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering diberi
formalin sebanyak 33 orang, sedangkan yang memilih ikan sebanyak 6 orang, dan 1
orang memilih kerupuk. Sedangkan menurut makanan-makanan yang biasa mengandung
boraks dan formalin yang biasanya mereka konsumsi, jumlah responden yang
memilih tahu dan bakso sebanyak 28 orang, 10 orang memilih ikan dan 2 orang
memilih kerupuk.
Data
ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa SMA Kanisius beranggapan bahwa tahu dan
bakso merupakan makanan yang biasanya diberi formalin atau boraks. Tahu dan
bakso memang cukup dikenal sering diberi formalin maupun boraks, namun bukan
mereka makanan yang paling sering diberi formalin maupun boraks. Berdasarkan
penelitian Badan Pengawas Obat dan MakananIndonesiatahun 2005, penggunaan
boraks formalin pada ikan dan hasil laut menempati peringkat teratas. Yakni, 66
persen dari total 786 sampel. Sementara mi basah menempati posisi kedua dengan
57 persen. Tahu dan bakso berada di urutan berikutnya yakni 16 persen dan 15
persen. Dan dari pertanyaan nomor tiga pada angket ternyata responden banyak
menjawab bahwa mereka paling sering mengkonsumsi tahu dan bakso. Padahal,
menurut kebanyakan dari mereka tahu dan bakso adalah makanan yang biasanya
mengandung boraks atau formalin. Mengapa mereka masih tetap sering
mengonsumsinya meskipun menganggap bahwa tahu dan boraks yang paling sering
mengandung formalin dan boraks? Mungkin hal ini disebabkan karena siswa SMA
Kanisius percaya bahwa para pedagang di Kanisius pasti tidak memberikan
formalin maupun boraks pada dagangannya, maka mereka tidak takut untuk
mengonsumsinya.
Namun
tetap saja, boraks dan formalin sangatlah berbahaya bila termakan. Walaupun
berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia tahun
2005 penggunaan boraks dan formalin paling banyak adalah pada ikan dan hasil
laut, namun jumlah 16 persen dan 15 persen tetap merupakan jumlah yang besar.
Kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan, terutama
makanan-makanan yang sedang marak diberi boraks maupun formalin.
Oleh karena itu, di bawah ini kami paparkan mengenai
ciri-ciri dari beberapa makanan yang diberi boraks maupun formalin:
a. Mi basah
Penggunaan formalin pada mi basah akan
menyebabkan mi tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat
Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat
Celsius). Baunya agak menyengat, bau formalin. Tidak lengket dan mie lebih
mengkilap dibandingkan mie normal. Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan
menghasilkan tekstur yang lebih kenyal.
B. Tahu
Tahu merupakan makanan yang banyak digemari
masyarakat, karena rasa dan kandungan gizinya yang tinggi. Namun dibalik
kelezatannya kita perlu waspada karena bisa saja tahu tersebut mengandung bahan
berbahaya. Perhatikan secara cermat apabila menemukan tahu yang tidak mudah
hancur atau lebih keras dan kenyal dari tahu biasa, kemungkinan besar tahu
tersebut mengandung bahan berbahaya, bisa formalin maupun boraks. Selain itu,
tahu yang diberi formalin tidak akan rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25
derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10
derajat Celsius). Tahu juga akan terlampau keras, namun tidak padat. Bau agak
mengengat, bau formalin.
C. Bakso
Bakso tidak rusak sampai lima hari pada suhu
kamar ( 25 derajat Celsius). Teksturnya juga sangat kenyal.
D. Ikan
segar
Ikan segar yang diberi formalin tekstur
tubuhnya akan menjadi kaku dan sulit dipotong. Ia tidak rusak sampai tiga hari
pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Warna insang merah tua dan tidak
cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih.
E. Ikan
asin
Ikan asin yang mengandung formalin akan terasa
kaku dan keras, bagian luar kering tetapi bagian dalam agak basah karena daging
bagian dalam masih mengandung air. Karena masih mengandung air, ikan akan
menjadi lebih berat daripada ikan asin yang tidak mengandung formalin. Tidak
rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Tubuh
ikan bersih, cerah.
4.4 Peran
pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia
Walaupun penyebaran boraks dan formalin
diIndonesiasudah luas sekali dan sudah menjadi umum, pemerintah masih tidak
mengambil langkah yang tegas dalam menangani hal ini. Buktinya bisa didapat,
bahwa ternyata penggunaan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan
masih merajalela.
Sebenarnya, pemerintah sudah berusaha
mengambil tindakan, yaitu dengan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(BPOM). Beberapa langkah sudah diambil oleh BPOM, seperti : melarang panganan
permen merek white rabbit creamy, kiamboy, classic cream, black currant, dan
manisan plum; mengeluarkan permenkes no. 722/1998 tentang bahan tambahan yang
dilarang digunakan dalam pangan; dan melakukan sosialisasi penggunaan bahan
tambahan makanan yang diizinkan dalam proses produksi makanan & minuman
sesuai UU No. 23/1992 untuk aspek keamanan pangan, & UU No. 71/1996. Tetapi
upaya yang dilakukan Badan POM tersebut, hanya dianggap gertakan oleh para
pedagang, karena Badan POM hanya mengeluarkan undang-undang dan aturan. Tetapi
Badan POM tidak melakukan tindakan tegas seperti memberi sanksi tegas bagi
pedagang yang masih menggunakan boraks dan formalin, bahkan badan ini masih
kurang gencar dalam melakukan razia.
Dari data angket yang kami sebarkan ke
beberapa responden, terdapat pertanyaan : “Menurut anda apakah peran pemerintah
sudah ada dalam pemberantasan formalin? “ Dan dari pertanyaan itu, sebanyak 4
orang menjawab upaya pemerintah sudah banyak, sebanyak 17 orang menjawab upaya
pemerintah sudah lumayan, dan terakhir 19 orang menjawab upaya pemerintah tidak
ada sama sekali.
Dari hasil angket diatas, dapat disimpulkan
bahwa upaya pemerintah masih kurang, karena lebih banyak orang yang beranggapan
bahwa upaya pemerintah masih sangat kurang. Ini mungkin disebabkan karena
memang pemerintah kurang serius / tegas dalam menangani masalah ini, padahal
ini adalah masalah yang serius, karena dapat membahayakan kesehatan manusia.
Pemerintah seharusnya lebih gencar dalam menangani masalah ini.
BAB V
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab IV dapat
disimpulkan bahwa:
Sebagian besar dari kita telah mengetahui
tentang boraks dan formalin secara pasti, tetapi ada juga sebagian kecil
lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.
Masih ada sebagian dari kita yang belum
mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk
makanan, walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti.
Menurut responden tahu dan bakso adalah
makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin.
Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005, ikan adalah bahan makanan yang
paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah
ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:
Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada
masyarakat mengenai boraks dan formalin, pengertian, fungsinya, serta dampaknya
apabila tidak digunakan sesuai fungsinya.
Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah
dan pengambilan tindakan tegas, seperti mengirimkan pengawas-pengawas
pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undang-undang mengenai boraks
dan formalin.
Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih
makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun
boraks.
Melaporkan kepada yang berwajib jika melihat
ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang
dijualnya, dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin, tanpa
mengetahui latar belakang pembeliannya.
Kamis, 26 Juli 2012
Fungsi Alat Indera
Fungsi Otak
1. Cerebrum (Otak Besar)
Cerebrum adalah
bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral
Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan
manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir,
analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual.
Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.
2. Cerebellum (Otak Kecil)
Otak
Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung
leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak,
diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan,
koordinasi otot dan gerakan tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan melaksanakan
serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil,
gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.
3. Brainstem (Batang Otak)
Batang
otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian
dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang.
Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut
jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber
insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya
bahaya.
Fungsi
Otak Kanan; berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya
sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian
emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan
merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan
melukis.
Sedangkan
Fungsi otak kiri; berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika,
rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Bagian
otak ini merupakan pengendali intelligence quotient (IQ). Daya ingat otak
bagian ini juga bersifat jangka pendek.
Fungsi Mata
A. Kavum Orbita
Merupakan rongga
mata yang bentuknya seperti kerucut dengan puncaknya mengarah ke depan, dank e
dalam.
B. Alis
Dua
potong kulit tebal yang melengkung ditumbuhi oleh rambut pendek yang berfungsi
sebagai pelindung mata dari sinar matahari yang sangat terik dan sebagai alat
kecantikan.
C. Kelopak Mata (Palpebra)
Kelopak
atau palpebra terdiri dari 2 bagian kelopak mata atas dan kelopak mata bawah,
mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya
yang membentuk film air mata di depan kornea. Palpebra merupakan alat menutup
mata yang berguna untuk melindungi bola mata terhadap trauma, trauma sinar dan
pengeringan bola mata.
D. Otot Mata (Muskulus Okuli)
Gerakan
mata dikontrol oleh enam otot okuler yang dipersarafi oleh saraf kranial III,
IV, dan VI.
Merupakan
otot ekstrinsik mata terdiri dari 7 buah otot, 6 buah otot diantaranya melekat
dengan os kavum orbitalis, 1 buah mengangkat kelopak mata ke atas.
E. Konjungtiva
Konjungtiva
merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang. Bermacam-macam
obat mata dapat diserap melalui konjungtiva ini. Konjungtiva mengandung
kelenjar musin yang dihasilkan oleh sel Goblet. Musin bersifat membasahi bola
mata terutama kornea.
Selaput
ini mencegah benda-benda asing di dalam mata seperti bulu mata atau lensa
kontak
(contact lens), agar tidak tergelincir ke belakang mata. Bersama-sama dengan
kelenjar lacrimal yang memproduksi air mata, selaput ini turut menjaga agar
cornea tidak kering.
1. Sklera
Pembungkus
fibrosa pelindung mata di bagian luar, jaringan ini pada dan berwarna
putihserta bersambung dengan kornea di sebelah anterior dan dura mater nervus
optikus di belakang. Beberapa lembar jaringan sclera berjalan melintang bagian
anterior nervus optikus disebut lamina cribrosa. Permukaan luar sclera anterior
dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari jaringan elastic halus apisklera yang
mengandung banyak pembuluh darah yang memasok sclera.
2. Jaringan uvea
merupakan jaringan vaskular.
Jaringan
sklera dan uvea dibatasi oleh ruang yang potensial mudah dimasuki darah bila
terjadi perdarahan pada ruda paksa yang disebut perdarahan suprakoroid.
Jaringan
uvea ini terdiri atas iris, badan siliar, dan koroid. Pada iris didapatkan
pupil yang oleh 3 susunan otot dapat mengatur jumlah sinar masuk ke dalam bola
mata. Otot dilatator dipersarafi oleh parasimpatis, sedang sfingter iris dan
otot siliar di persarafi oleh parasimpatis. Otot siliar yang terletak di badan
siliar mengatur bentuk lensa untuk kebutuhan akomodasi.
3. Retina
Lapis
ketiga bola mata adalah retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan
lapis sebanyak 10 lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris yang akan
merubah sinar menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak.
Terdapat rongga yang potensial antara retina dan koroid sehingga retina dapat
terlepas dari koroid yang disebut ablasi retina.
4. LENSA
Lensa
adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan hampir transparan
sempurna.di belakang iris lensa digantung oleh zonula yang menghubungkan dengan
korpus siliare. Di sebelah anterior terdapat humor aquaeus dan di sebelah
posterior terdapat vitreus. Kapsul lensa adalah suatu membrane yang semi
permiabel yang akan memperbolehkan air dan elektrolit masuk. Lensa ditahan di
temaptnya oleh ligamentum yang dikenal dengan zonula ( zonula Zinnii ) ke badan
siliare. Lensa mata berfungsi untuk membiaskan cahaya.
5. HUMOR AQUAEUS
Humor
aquaeus diproduksi oleh korpus siliare, setelah memasuki kamera posterior humor
aquaeus melalui pupil dan masuk ke kamera anterior. Humor aquaeus adalah suatu
cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. Tekanan
intraocular ditentukan oleh kecepatan pembentukan humor aquaeus.
6.VITREUS
Vitreus
adalah suatu badan gelatin yang jernih dan avaskuler yang membentuk duapertiga
dari volume dan berat mata. Vitreus mengisi ruangan yang yang dibatasi oleh
lensa, retina, dan diskus optikus.
Fungsi
Hidung
1.
Rongga Hidung
Hidung meliputi
bagian eksternal yang menonjol dari wajah dan bagian internal berupa rongga
hidung sebagai alat penyalur udara. Hidung bagian luar tertutup oleh kulit dan
disupport oleh sepasang tulang hidung. Rongga hidung terdiri atas :
Terdapat 3 fungsi
Rongga Hidung, antara lain :
a. Dalam hal
pernafasan, udara yang diinspirasi melalui rongga hidung akan menjalani tigs
proses yaitu penyaringan (filtrasi), penghangatan, dan pelembaban. Penyaringan
dilakukan oleh membran mukosa pada rongga hidung yang sangat kaya akan pembuluh
darah dan glandula serosa yang mensekresikan mukus cair untuk membersihkan
udara sebelum masuk ke Oropharynx. Penghangatan dilakukan oleh jaringan
pembuluh darah yang sangat kaya pada ephitel nasal dan menutupi area yang
sangat luas dari rongga hidung. Dan pelembaban dilakukan oleh concha, yaitu
suatu area penonjolan tulang yang dilapisi oleh mukosa.
b. Epithellium
olfactory pada bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam penerimaan
sensasi bau.
c. Rongga hidung
juga berhubungan dengan pembentukkan suara-suara fenotik dimana ia berfungsi
sebagai ruang resonansi.
2. Faring
Faring merupakan
saluran yang memiliki panjang kurang lebih 13 cm yang menghubungkan nasal dan
rongga mulut kepada larynx pada dasar tengkorak. Faring
a. Nasopharinx
Ada saluran
penghubung antara nasopharinx dengan telinga bagian tengah, yaitu Tuba
Eustachius dan Tuba Auditory
ada Phariyngeal
tonsil (adenoids), terletak pada bagian posterior nasopharinx, merupakan bagian
dari jaringan Lymphatic pada permukaan posterior lidah
b. Oropharynx
Merupakan bagian
tengah faring antara palatum lunak dan tulang hyoid. Refleks menelan berawal
dari orofaring menimbulkan dua perubahan, makanan terdorong masuk ke saluran
pencernaan (oesephagus) dan secara simultan katup menutup laring untuk mencegah
makanan masuk ke dalam saluran pernapasan
c. Laringopharynx
Merupakan posisi
terendah dari faring. Pada bagian bawahnya, sistem respirasi menjadi terpisah
dari sistem digestil. Makanan masuk ke bagian belakang, oesephagus dan udara
masuk ke arah depan masuk ke laring.
3.
Laring
Laring tersusun
atas 9 Cartilago ( 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago besar ). Terbesar adalah
Cartilago thyroid yang berbentuk seperti kapal, bagian depannya mengalami
penonjolan membentuk “adam’s apple”, dan di dalam cartilago ini ada pita suara.
Sedikit di bawah cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid. Laring
menghubungkan Laringopharynx dengan trachea, terletak pada garis tengah
anterior dari leher pada vertebrata cervical 4 sampai 6.
Fungsi Telinga
FUNGSI DR BAGIAN-BAGIAN TELINGA
1. Telinga Luar: Menangkap suara
2. Telinga dalam: Menerima rangsangan bunyi
dan mengirimkannya berupa implus ke otak
3. Telinga Tengah: Menjaga tekanan udara agar
seimbang
4. Serumen: Melindungi telinga dari kerusakan
dan infeksi
5. Membran Tifani: untuk menangkap getaran
6. Gendang Telinga: Mengantar getaran suara
dari udara ke tulang pendengaran
7. Saluran Eustachius: menghubungkan telinga
tengah dg bagian telinga belakang
8. Tulang” Pendengaran: meneruskan getaran yg
disampaikan gendang telinga
9. Koklea: Berperan dalam penerimaan suara
10. Utrikulus & Sakula: terdapat alat
keseimbangan
Urutannya:
Bunyi — Daun Telinga — Saluran Telinga —
Gendang Telinga –Tulang Martil — Landasan — Tulang Sanggurdi — Jendela Oval —
Rumah Siput — Cairan Limpa — Otak — Mendengar
Minggu, 22 Juli 2012
PENERAPAN SOSIOLOGI DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
KATA PENGANTAR
Pertama-tama
kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberkati kami sehingga artikel tentang Penerapan Sosiologi Dalam Kehidupan
Bermasyarakat dapat diselesaikan.
Kami
mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai
hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat
sempurna. Begitu pula dengan artikel ini yang telah kami selesaikan. Tidak
semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam artikel ini. Kami
melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Kami akan
menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat
memperbaiki artikel kami di masa datang. Sehingga semoga artikel berikutnya dan
artikel lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.
Dengan
menyelesaikan artikel ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik
dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya artikel ini kita lebih
mengerti keadaan sosial masyarakat di sekitar kita.
Jember,
18 April 2012
Penulis
A. PENERAPAN
SOSIOLOGI DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Sosiologi merupakan suatu kajian mengenai masyarakat dan
hubungannya dengan lingkungan dimana masyarakat tersebut tinggal. Kajian ini
dapat memberikan pengetahuan bagi siapapun yang mempelajarinya. Pengetahuan
sosiologi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun penerapan ilmu
sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat dapat dilakukan melalui beberapa
macam hal sebagai berikut.
1.
Perencanaan Sosial (Social Planning)
Perencanaan social (Social Planning) hingga saat ini sudah
menjadi ciri umum masyarakat yang sedang berkembang atau masyarakat yang sedang
mengalami perubahan. Tujuan dari adanya perencanaan social ini adalah untuk
memprediksi dan membatasi keterbelakangan unsur-unsur kebudayaan material
maupun teknologi.
Dalam ilmu sosiologi,perencanaan social haruslah berdasarkan
terhadap pengertian mendalam pada berkembangnya kebudayaan dari taraf
perkembangan terendah sampai taraf modrn dan kompleks. Adanya pengertian terhadap
hubungan antar manusia dengan alam sekitar,hubungan antar kelompok masyarakat,
dan pengaruh budaya baru terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan.
George A. Lundberg menyatakan bahwa ketidaksanggupan
menyelesaikan masalah disebabkan olah beberapa factor,antara lain :
a. Kurangnya pengertian terhadap sifat
hakikat masyarakat dan kekuatan untuk membentuk hubungan antarmanusia.
b. Kepercayaan bahwa masalah dapat
selesai hanya dengan mendasaannya pada keinginan untuk memecahkan masalah tanpa
adanya penelitian.
Kesulitan
memecahkan masalah juga disebabkan adanya kepercayaan umum bahwa hubungan
sosial tidak tunduk pada penelitian ilmiah dan masyarakat percaya bahwa
pemecahan masalah sudah diketahui hanya tinggal diterapkan. Tentunya
kepercayaan tersebut sangatlah keliru, sebab masalah haruslah diteliti agar
mengetahui penyebab masalah tersebut dan dapat mengetahui penyelesaian yang
tepat untuk masalah tersebut.
Sedangkan Ogburn
dan Nimkoff menyebutkan tentang prasyarat perencanaan social yang
efektif :
a. Adanya unsur modern dalam masyarakat
yang menyangkut suatu sistem ekonomi yang telah menggunakan uang,urbanisai yang
teratur, intelegensia di bidang teknik & ilmu pengetahuan serta adanya
sistem administrasi yang baik.
b. Adanya sistem pengumpulan data dan
analisis yang baik.
c.
Terdapat
sikap public yang baik terhadap usaha perencanaan social.
2. Melakukan Penelitian
Sosiologis sebagai Penunjang Pembangunan
Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan
pada analisis dan konstruksi serta dilakukan secara metodologis, sistematis,
serta konsisten. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan suatu kebenaran guna
mengetahui apa yang di hadapi dalam kehidupan.
Terdapat beberapa macam penelitian yaitu sabagai berikut :
a. Penelitian Murni, bertujuan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan secara teoritis.
b. Penelitian yang terpusatkan pada
masalah, bertujuan untuk memecahkan masalah yang timbul dalam perkembangan
teori.
c.
Penelitian
terapan, bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat atu
pemerintah.
Pada
dasarnya setiap penelitian merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Oleh karena
itu, di kenal adanya penelitian ilmu social, ilmu alam, dan ilmu budaya. Dalam
penelitian ilmu social terdapat penelitian sosiologis dan penelitian lainnya.
Penelitian
sosiologis merupakan proses pengungkapan kebenaran melalui konsep-konsep.
Adapun konsep dasar dalam sosiologi meliputi :
a.
Interaksi
social
e. lapisan social
b.
Kelompok
social
f. kekuasaan dan wewenang
c.
Kebudayaan
g. perubahan sosial
d.
Lembaga
social
h. masalah sosial
Berbagai hasil penelitian sosiologis dapat di manfaatkan
oleh ilmi-ilmu social lainnya. Data-data sosiologis yang dapatdigunakan sebagai
penunjang proses pembangunan adalah sebagai berikut :
a. Pola interaksi sosial, pengetahuan
tentang pola interaksi social sangat penting artinya dalam penciptaan suasana
yang kondusif bagi proses pembangunan.
b. Kelompok-kelompok social merupakan
bagian dari masyarakat.
c.
Kebudayaan
yang berintikan nilai-nilai.
d. Lembaga-lembaga social yang menjadi
kesatuan kaidah-kaidah tentang kebutuhan dasar manusia dan kelompok social.
e. Stratifikasi social untuk mengetahui
pihak-pihak yang dapatdi jadikan panutan dalam pembangunan.
Pada tahap
pelaksanaan perlu di lakukan identifikasi terhadap kekuatan social yang ada
dalam masyarakat. Semua hasil penelitian sosiologis baik pada tahap perencanaan
ataupun dalam tahap pelaksanaannya dapat di gunakan sebagai bahan yang akan di nilai
pada tahap evaluasi.
Sebagaimana
yang telah kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara dengan masyarakat yang
majemuk dan memiliki begitu banyak suku bangsa dan budaya di dalamnya. Adanya
kemajemukan ini merupakan suatu persoalan yang harus di hadapi dalam proses
pembangunan. Oleh karena itu pembangunan haus di jalankan sesuai dengan
realitas social serta kepentingan nasional.
3. Pengendalian Sosial ( Social Control
)
Mungkin anda
pernah berpikir tentang bagaimana suatu kelompok membuat anggotanya berbuat
sesuai dengan apa yang diharapkan. Dan juga bagaimana suatu perusahaan membuat
orang yang terlibat didalamnya bekerja dengan tugas masing-masing sesuai yang
ditargetkan. Kajian tentang bagaimana masyarakat mengatur dirinya agar sesuai
dengan apa yang diinginkan merupakan objek kajian dan studi pengendalian
sosial.
a. Pengertian
Pengendalian Sosial
1. Bruce J. Cohen
Menurutnya pengendalian sosial adalah
metode yang digunakan untuk mendorong seseorang bertindak selaras sesuai apa
yang diinginkan masyarakat luas
2. Joseph S.
Roucek
Menurutnya
pengendalian sosial adalah segala proses baik yang direncanakan maupun tidak,
yang bersifat mendidik, mengajak, bahkan memaksa warga masyarakat supaya
mematuhi kaidah sosial yang berlaku
3. Peter L. Berger
Menurutnya pengendalian sosial adalah
berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang
menyimpang
Jadi dapat diartikan bahwa pengendalian sosial sebagai pengawasan terhadap tingkah
laku anggota masyarakat agar tidak menyimpang dari nilai dan norma sosial.
Dengan adanya pengendalian sosial diharapkan dapat mencegah penyimpangan sosial
serta mengarahkan agar sesuai dengan nilai dan noram sosial yang berlaku.
b. Tujuan Pengendalian
Sosial
Pengertian
pengendalian sosial meliputi segala proses baik yang direncanakan maupun tidak,
yang bersifat mendidik, mengajak, bahkan memaksa warga masyarakat supaya
mematuhi kaidah sosial yang berlaku.
Tujuan
pengendalian sosial adalah :
·
Agar masyarakat mematuhi norma yang berlaku
·
Mewujudkan keserasian dan ketentraman dalam masyarakat
· Bagi yang
menyimpang diusahakan kembali mematuhi norma yang berlaku
c. Ciri-ciri
Pengendalian Sosial
·
Suatu cara atau metode tertentu terhadap masyarakat
·
Bertujuan mencapai keserasian antara stabilitas dengan
perubahan yang terjadi di masyarakat
·
Dapat dilakukan kelompok pada kelompok atau kelopok
terhadap individu
·
Dilakukan secara timbal balik
d. Fungsi
Pengendalian Sosial
Fungsi utama
pengendalian sosial adalah mewujudkan ketertiban dan ketentraman di masyarakat.
Ada lima fungsi
pengendalian sosial menurut Koentjaraningrat :
1. Mempertebal
keyakinan masyarakat terhadap norma sosial
Usaha yang dilakukan adalah sebagai
berikut
a. Pendidikan
Melalui lembaga pendidikan anak
diajarkan untuk meyakini norma sosial, baik itu di sekolah, rumah, maupun
masyarakat. Yang paling penting adalah di rumah karena merupakan lembaga
pendidikan pertama yang dikenal anak.
b. Sugesti sosial
Pengaruh untuk mempertebal keyakinan
dengan melalui cerita.
c. Menonjolakan
kelebihan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
2. Memberikan
imbalan kepada warga yang menaati norma
Pemberian imbalan berupa pujian, materi
atau penghormatan diharapkan dapat membuat orang tersebut tetap melakukan hal
yang baik
3. Mengembangkan
rasa malu
Perasaan malu akan timbul jika
memiliki harga diri dan jika melakukan pelanggaran terhadap norma norma yang
berlaku. Celaan akan membuat para pelakunya tidak akan mengulangi perbuatannya
itu lagi.
4. Mengembangkan
rasa takut
Rasa takut akan membuat orang tidak
melakukan perbuatan yang akan merugikannya sehingga ia berbuat baik sesuai
dengan norma yang berlaku. Rasa takut timbul karena adanya ajaran agama yang
meyakini adanya hukuman yang akan diterima di akhirat.
5. Menciptakan
sistem hukum
Sistem hukum berisi seperangkat hukum
yang disusun negara yang betujuan menciptakan keamanan dalam kehidupan
masyarakat.
B. JENIS-JENIS PENGENDALIAN SOSIAL
Pengendalian sosial dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Pengendalian social berdasarkan cara
yang digunakan
2. Sifatnya
3. Pelaksanaan/prosesnya
4. Tingkat kekerasan yang digunakan
1. Pengendalian Social
Berdasarkan Cara Yang Digunakan
a. Melalui Sosialisasi
Setiap anggota masyarakat dikendalikan dengan cara
mensosialisasikan mereka sehingga menjalankan peran sesuai dengan apa yang
diharapkan. Hal itu dilakukan melalui penciptaan kebiasaan dan rasa senang.
Contoh: mungkain sangat sedikit ada orang yang bangun tidur di pagihari,
kemudian mandi, brangkat sekolah atau kerja, dan seterusnya. Namun hal itu akan
dilakukan bila diharapkan oleh masyarakat. Itu bias terjadi karna proses sosialisasi
yang membuat orang itu menjadi terbiasa dan senang melakukan peran-peran
mereka.
Melalui sosialisasi orang menghayati norma-norma,
nilai-nilai, dan hal-hal yang tabu dalam masyarakat. Orang yang menghayati
suatu nilai secara penuh akan menerapkan nilai tersebut meskipun tidak seorang
pun yang melihat. Oleh karena itu, kemungkinan untuk melanggar suatu nilai
sangat kecil bagi orang tersebut. Jika hal ini terjadi pada semua anggoya
masyarakat maka proses pengendalian social telah berlangsung dan suatu tertib
sosiaal akan tercapai.
b. Melalui tekanan social
Pengendalian social melalui tekanan social adalah
pengendalian melalui kelompok social. Semua kelompok manusia bahkan pada mahluk
lain selalu memiliki kecendrungan untuk menyesuaikan keinginan kelompoknya.
Pengendalian social melalui tekanan kelompok ini dapat
dibagi menjadi 2: melalui kelompok primer dan sekunder. Kelompok primer adalah
kelompok kecil yang bersifat akrab dan informal, seperti keluarga, kelompok
bermain, dan belajar. Kelompok sekunder adalah kelompok bersifat
impersonal,formal, dan berdasarkan kepentingan, seperti perkumpulan olahraga,
serikat dagang, dan organisasi pelajar.
Pengendalian dalam kelompok primer terjadi secara informal,
spontan, dan tanpa direncanakan. Adanya hubungan intim dan spontan menjadikan
kelompok primer sebagai kekuatan pengendalian yang efektif dalam mencegah dan
mengatasi prilaku yang menyimpang.
Sedangkan pengendalian melalui kelompok sekunder bersifat
lebih formal dan impersonal. Namun beberapa bentuk pengendalian informal masih
dijumpai dalam kelompok sekunder. Bentuk-bentuk ejekan, tawa, gossip, dan
pengucilan masih ada dalam kelompok sekunder, meskipun pengaruhnya sebagai
pengendali lebih rendah daripada peraturan resmi, tata cara yang dibakukan, propaganda,
sanksi dan hukum yang formal, pemberian gelar imbalan, dan hadiah.
Kelompok pengendalin yang paling efektip adalah bentuk
pengendalian kombinatif. Contoh: seorang pelajar akan lebih mematuhi norma atau
nilai yang ada di masy`rakat apabila dia tidak hanya mendapatkan control dari
klompok primernya, tetapi juga dari kelompok sekundernya.
c. Melalui kekuatan
Dengan semakin maju dan kompleknya masyarakat, maka mereka
membutuhkan suatu pengendalian social yang lebih kuat karena prilaku warganya
akan menjadi semakin sulit untuk dikendalikan. Maka diperlukan adanya
pemerintahan formal, peraturan hukum, dan pelaksanaan hukum.
Setiap bentuk pelanggaran akan dikenai sanksi dan hukum yang
tegas, kaku, dan formal oleh lembaga atau badan resmi yang dibentuk oleh
pemerintah yang sah. Lembaga-lembaga resmi itulah yang akan menjadi alat
pengendalian social yang paling kuat.
2. Pengendalian Sosial Menurut
Sifatnya
Pengendalian preventif, dilakukan sebelum terjadi pelanggaran
dan bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran.
Pengendalian represif, dilakukan setelah terjadi pelanggaran
dan hendak diusahakan untuk memulihkan keadaan pada situasi seperti semula
lagi.
3. Pengendalian Sosial Berdasarkan
Pelaksanaan/Prosesnya
Pengendalian persuasif, terjadi apabila pengedalin sosal
tersebut ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing.
Pengendalian koersif, terjadi apabila pengedalin sosal
tersebut ditekankan pada kekerasan atau ancaman dengan menggunakan kekuatan
atau kekuasaan.
4. Pengendalian Sosial Berdasarkan
Tingkat Kekerasan Yang Digunakan.
Kompulsi adalah pemaksaan terhadap orang supaya taat dan
patuh terhadap norma-norma yang berlaku.
Pervasi adalah penanaman norma-norma yang ada beulang-ulang
dengan harapan norma-norma dapat masuk kedalam kesadaran seseorang sehingga
orang tersebut mau mengubah sikar.
Langganan:
Postingan (Atom)
